This is BizOppers
Online Job for All. Work from home computer.

21 Agt 2010

Internet Paling Cepat Di dunia bagaimana dengan Internet di Indonesia?

Sebuah teknologi optik terbaru sedang di ujicoba di Jepang. Hebatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps. Amazing!

Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang di ujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex.


Coba anda bandingkan, kecepatan koneksi internet saat ini masih jauh, sangat jauh dari yang dicapai dalam ujicoba tersebut. Kecepatan 500 kilobit per detik (Kbps) misalnya, sudah termasuk lumayan untuk penggunaan normal sehari-hari. Sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia, berdasarkan data akhir 2008, adalah 1.5 Mbps atau 1500 Kbps.

Jadi, 30 Terabit per detik itu kurang lebih setara dengan 32 miliar kilobit per detik. Dengan kecepatan seperti ini, per detiknya data yang sanggup dikirimkan mencapai 3,9 juta MB, atau hampir 1.000 keping DVD film per detiknya.

Ujicoba itu dilakukan pada jarak 240 kilometer, artinya bukan sekadar ujicoba jarak dekat. Rencananya KDDI akan mengkomersialkan teknologi ini pada 2012.

Firma monitoring web Akamai merilis hasil penelitiannya tentang kota-kota yang memiliki akses internet broadband tercepat di seluruh dunia.


Adalah kota Sandy di Utah, Amerika Serikat, yang dinilai sebagai kota yang memiliki kecepatan akses broadband tercepat di dunia dengan koneksi bandwidth 33,4 Megabit per detik (Mbps).
Sandy,Utah
Kemudian kota Beersheva di Israel dengan kecepatan 25,1 Mbps, dinobatkan sebagai kota dengan kecepatan internet tertinggi kedua.
Bersheeva


Predikat kota dengan internet tercepat ketiga jatuh di benua Eropa, tepatnya di kota Lausanne, Swiss, dengan kecepatan 24,7 Mbps.

switzerland-trips.com
Sedangkan untuk kategori negara, Korea Selatan ada di posisi puncak dengan kecepatan akses rata-rata tiap kota 14,6 Mbps.


Berturut-turut di belakangnya adalah Jepang dengan 7,9 Mbps, Hong Kong 7,6 Mbps, Rumania 6,2 Mbps, Swedia 5,7 Mbps dan Irlandia dengan kecepatan 5,3 Mbps.


Dkutip dari WebUser, Jumat (14/1/2010), kecepatan rata-rata internet global menurut riset Akamai adalah 1,7 Mbps. Sayangnya, tak disebutkan Indonesia ada di posisi berapa.


Internet di Korea Selatan (foto: google)



SEOUL - Menurut analis, Korea Selatan dinilai memiliki akses internet tercepat di dunia, mencapai 12 megabits per second (Mbps).

Data dari perusahaan jaringan terbesar Akamai, yang dilansir melalui Big News Network, Jumat (30/7/2010), menemukan jika rata-rata kecepatan internet jaringan global hanya sekira 1,7 Mbps. Meskipun beberapa negara telah mengimplementasikan layanan internet tercepat.

Dalam temuan tersebut, kota Masan di Korea Selatan menduduki peringkat teratas untuk internet kecepatan tinggi dengan akses mencapai 12 Mbps. Di tempat kedua diisi oleh Hong Kong dengan kecepatan 9 Mbps, dan Jepang menyusul di posisi kedua dengan akses 7,8 Mbps.

Di posisi empat dan lima, masing-masing ditempati Romania dan Latvia dengan kecepatan yang sama, 6,3 Mbps.

Negara yang paling antusias dengan kecepatan internet broadband adalah Inggris. Namun dalam data yang dimiliki Akamai, negara tersebut menduduki posisi 27 di antara total 201 negara yang disurvei, dengan rata-rata kecepatan internet hanya 3,8 Mbps. Angka ini masih di bawah target yang dikalkulasi regulator Ofcon.

"Kecepatan 100 Mbps juga tersedia di Korea Selatan namun tarifnya belum bisa terjangkau oleh masyarakat karena mencapai ratusan dolar per bulan," ujar Kepala Marketing Akamai David Belson.

Berikut negara dengan internet tercepat di dunia,

1. South Korea 12Mbps
2. Hong Kong 9Mbps
3. Japan 7.8Mbps
4. Romania 6.3Mbps
5. Latvia 6.3Mbps
6. Sweden 6.1Mbps
7. Netherlands 5.9Mbps
8. Czech Republic 5.4Mbps
9. Denmark 5.3Mbps
10. Switzerland 5.2Mbps
(srn)
Tiap tahun jumlah pengguna internet di dunia meningkat pesat dan diiringin dengan perkembangan teknologi yang mendampinginnya  (Baca: Daftar Jumlah Pengguna Internet Dunia 1995-2008.) Peningkatan ini terjadi karena  internet memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, sains, informasi up to date, relasi (situs jejaring), hingga ekonomi, bisnis,  politik dan religi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet atau lebih dikenal e-commerce.
Besarnya pengaruh (sisi positif) internet membuat negara-negara maju berlomba memperbesar infrastruktur, jaringan dan teknologi internet. Bagi pemerintah bersama stakeholder (provider/operator) negara-negara maju, mereka telah memperbesar kecepatan internet hingga angka fantastis bila dibanding dengan negara seperti Indonesia. Adalah negara Korea Selatan yang menjadi negara dengan akses internet tercepat, yang disusul Jepang.
Berikut 12 Negara (Wilayah) dengan kecepatan Internet tertinggi
Rank Negara Kecepatan Akses
1 Korea Selatan 21,71 Mb/s
2 Jepang 16.00 Mb/s
3 Aland Island 15.02 Mb/s
4 Lithuania 13.44 Mb/s
5 Latvia 13.35 Mb/s
6 Swedia 13.26 Mb/s
7 Romania 12.85 Mb/s
8 Belanda 12.32 Mb/s
9 Bulgaria 12.02 Mb/s
10 Republik Moldova 10.00 Mb/s
11 Hong Kong (China) 9.52 Mb/s
12 Slovakia 8.92 Mb/s
28 Amerika Serikat 5.1 -24,7 Mb/s(Update)
138 Indonesia 1.21 Mb/s
Sumber : Speedtest (Update )
untuk mengecek kecepatan internet kita sekarang cek aja di sini  http://www.speedtest.net/ 
kalau rekan netter pengen menaikan kemampuan internet kotak-katik dns servernya, think of the best
Tabel diatas menunjukkan kecepatan rata-rata akses internet yang berhasil diolah oleh speedtest.net.  Dari kecepatan tersebut, maka waktu rata-rata untuk mengakses sebuah situs di Korea atau Jepang hanya dibutuh waktu hitungan detik. Hal yang berbeda dengan Indonesia, yang membutuh waktu beberapa detik hingga belasan bahkan puluhan detik.

Internet di Indonesia : Sudah Lemot, Mahal Pula

Kecepatan yang Lemot
Dari data kecepatan internet dunia, maka kecepatan internet di Indonesia termasuk yang cukup buruk dibanding dengan negara-negara dunia, bahkan di Asia. Dari sekitar 200-an  negara + wilayah negara khusus (seperti Hongkong, Macau), Indonesia berada diposisi ke-138 dalam kategori kecepatan akses (khususnya download) internet. Kecepatan internet Indonesia jauh dibawah Korea Selatan, Jepang, Hongkong, China dan Singapura.
Ketika kecepatan akses internet di Jepang mencapai belasan hingga puluhan Mbps, kecepatan internet Indonesia hanya mencapai ratusan kbps saja. Angka kecil itupun kebanyakan diperoleh melalui fasilitas umum seperti warnet, cybercafe, hotspot, kampus atau kantor. Dan sejak ‘demam facebook’ menyerang Indonesia, fasilitas blackberry, iphone, atau ponsel internetan menjadi salah satu sarana pendongkrak aksesbilitas internet di Indonesia.
Sebagai perbandingan, saya akan tampilkan kecepatan akses internet di Indonesia dibanding Jepang. Data ini saya peroleh dari sharing rekan-rekan kaskuser Indonesia yang berada di Jepang.
Berikut adalah kecepatan internet di Jepang (rekan-rekan Kaskus’ers di Jepang).
Sampling Kecepatan Internet di Jepang
KKDI Corporation
NTT Communications
Chugoku Shikoku Internet
Softbank BB Corp
Bandingkan dengan kecepatan internet di Indonesia.
Sampling Kecepatan Internet di Indonesia
Internet Smart Paket Biasa
Link 
to this image to share your results
Telkom Speedy
Indosat 3G
Dari dua tabel di atas, kita tentu cukup ‘iri’ melihat kecepatan akses internet di Jepang. Dan mungkin…..orang Jepang juga cukup ‘iri’ dengan kesabaran orang Indonesia dalam mengakses internet. Lalu, apakah dengan kecepatan akses yang begitu di Jepang berimplikasi pada tingginya biaya internetan-nya?
Sudah Lemot, Mahal Pula
Para netter Indonesia saat ini dan mungkin beberapa tahun lagi masih cukup malang. Selain kecepatan yang cukup lemot, ternyata biaya layanan internet di Indonesia cukup mahal. Dengan kecepatan rata-rata 256 kbps, para pengguna internet Indonesia harus membayar sekitar Rp 150.000 per bulan (asumsi kuota internet unlimited). Ini  berarti biaya akses internet Indonesia Rp 585.000/Mbps/bulan. Bagaimana dengan Jepang?
Dengan menikmati kecepatan rata-rata 15 Mbps, netter Jepang hanya merogoh sekitar 5000-6000 yen per bulan atau sekitar Rp 450.000 hingga Rp 550.000 per bulan. Angka ini sama dengan Rp 33.000/Mbps/bulan. Dari angka absolut saja, biaya internet Indonesia 17 kali lebih mahal dibanding Jepang. Ini belum dihitung daya beli masyarakat Jepang yang sangat tinggi.
Dengan memperhitung daya beli masyarakat Jepang dan income per capitanya terhadap Indonesia, maka perbandingan biaya internet terhadap layanan Indonesia memang sangat buruk. Dengan income per kapita 16 kali lebih besar daripada penduduk Indonesia, orang Jepang menikmati akses internet sekitar 1/250 lebih murah dengan Indonesia. Angka ini berasal dari hitungan kasar saya : Biaya per Mbps/bulan X perbandingan income perkapita (17×16=272, dan saya bulatkan 250 kali). Jadi, biaya internet Indonesia sekitar 250 kali lebih mahal dibanding Jepang.

Namun ada berita yang menggembirakan bagi penguna Internet dan Warnet di Indonesia baru-baru ini Pemerintah Indonesia  :

Pada saat ini telah ditandatangani kontrak kerjasama pembangunan jaringan kabel optik berkecepatan tinggi untuk tujuan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dengan kecepatan 17Tbps (17 Terabits per detik). Proyek ini dilakukan lewat bawah laut melalui kabel Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang akan menghubungkan Singapura dan Jepang dengan panjang 8300 km.
Sistem SJC ini akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kapasitas jaringan fiber optik 6 pasangnya didesain untuk kapasitas 17 Terabits per second (Tbps) dan dapat ditingkatkan hingga 23 Tbps, kapasitas terbesar yang pernah dibuat hingga saat ini.

Pihak-pihak awal yang terlibat dalam proyek terobosan ini di antaranya adalah Globe Telecom (Filipina), Google (USA),  KDDI (Jepang), Network i2i, Reliance Globalcom (lewat FLAG Pacific Limited, Bermuda), dan
Telemedia Pacific Inc., Ltd. (Hong Kong/Indonesia).  Pihak lainnya akan bergabung jika persetujuan awal proyek telah diperoleh.

Dengan kapasitas setara seperempat miliar kabel jaringan telepon biasa, koneksi SJC sebesar 17Tbps ini akan memiliki panjang lebih dari 5000 mil dan dapat ditingkatkan hingga 23Tbps jika dibutuhkan pada masa mendatang.
Sebagai gambaran, 1 Tera = 1000 Giga = 1.000.000 Mega. 1 Tbps = 1.000.000 Megabit / 8 = 125.000 Megabytes. Jadi, untuk mentransfer sebuah film berukuran 700 Megabytes, diperlukan waktu sekitar 0.0056 detik (sekedipan mata) lewat jalur ini.
Woow....jika benar-benar hal ini telah terealisasi bagi perkembangan Internet di Indonesia dan bisa dipergunakan oleh masyarakat Indonesia, kita nggak perlu berjam-jam untuk ngedownload  file berukuran besar  pakai software Id Man atau pun download Manager dan ngeupload file-file Film di You tube, Face Book, ataupun di Websites kita. 
Indonesia Pasti Bisa....Selamat Malam para Netter..
Sumber : Berbagai artikel Blogs dan websites

Baca Pula : 

Warnet di Jepang biaya mahal, cepat tetapi servis memuaskan. (Warnet lagi Trendy)



Artikel Terkait :
Komentar Terbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar