This is BizOppers
Online Job for All. Work from home computer.

21 Agt 2010

Warnet di Jepang biaya mahal, cepat tetapi servis memuaskan. (Warnet lagi Trendy)

Tiap tahun jumlah pengguna internet di dunia meningkat pesat dan diiringin dengan perkembangan teknologi
yang
 
mendampinginnya  (Baca: Daftar Jumlah Pengguna Internet Dunia 1995-2008.) Peningkatan ini terjadi karena  internet memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, sains, informasi up to date, relasi (situs jejaring), hingga ekonomi, bisnis,  politik dan religi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet atau lebih dikenal e-commerce.
Besarnya pengaruh (sisi positif) internet membuat negara-negara maju berlomba memperbesar infrastruktur, jaringan dan teknologi internet. Bagi pemerintah bersama stakeholder (provider/operator) negara-negara maju, mereka telah memperbesar kecepatan internet hingga angka fantastis bila dibanding dengan negara seperti Indonesia. Adalah negara Korea Selatan yang menjadi negara dengan akses internet tercepat, yang disusul Jepang.
Berikut 12 Negara (Wilayah) dengan kecepatan Internet tertinggi
Rank Negara Kecepatan Akses
1 Korea Selatan 21,71 Mb/s
2 Jepang 16.00 Mb/s
3 Aland Island 15.02 Mb/s
4 Lithuania 13.44 Mb/s
5 Latvia 13.35 Mb/s
6 Swedia 13.26 Mb/s
7 Romania 12.85 Mb/s
8 Belanda 12.32 Mb/s
9 Bulgaria 12.02 Mb/s
10 Republik Moldova 10.00 Mb/s
11 Hong Kong (China) 9.52 Mb/s
12 Slovakia 8.92 Mb/s
28 Amerika Serikat 5.1-24 Mb/s (Update)
138 Indonesia 1.21 Mb/s
sumber : Speedtest (Test Bandwidth Sampling)                                                                                                                                    
Tabel diatas menunjukkan kecepatan rata-rata akses internet yang berhasil diolah oleh speedtest.net.  Dari kecepatan tersebut, maka waktu rata-rata untuk mengakses sebuah situs di Korea atau Jepang hanya dibutuh waktu hitungan detik. Hal yang berbeda dengan Indonesia, yang membutuh waktu beberapa detik hingga belasan bahkan puluhan detik.

Internet di Indonesia : Sudah Lemot, Mahal Pula

Kecepatan yang Lemot
Dari data kecepatan internet dunia, maka kecepatan internet di Indonesia termasuk yang cukup buruk dibanding dengan negara-negara dunia, bahkan di Asia. Dari sekitar 200-an  negara + wilayah negara khusus (seperti Hongkong, Macau), Indonesia berada diposisi ke-138 dalam kategori kecepatan akses (khususnya download) internet. Kecepatan internet Indonesia jauh dibawah Korea Selatan, Jepang, Hongkong, China dan Singapura.
Ketika kecepatan akses internet di Jepang mencapai belasan hingga puluhan Mbps, kecepatan internet Indonesia hanya mencapai ratusan kbps saja. Angka kecil itupun kebanyakan diperoleh melalui fasilitas umum seperti warnet, cybercafe, hotspot, kampus atau kantor. Dan sejak ‘demam facebook’ menyerang Indonesia, fasilitas blackberry, iphone, atau ponsel internetan menjadi salah satu sarana pendongkrak aksesbilitas internet di Indonesia.
Sebagai perbandingan, saya akan tampilkan kecepatan akses internet di Indonesia dibanding Jepang. Data ini saya peroleh dari sharing rekan-rekan kaskuser Indonesia yang berada di Jepang.
Berikut adalah kecepatan internet di Jepang (rekan-rekan Kaskus’ers di Jepang).
Sampling Kecepatan Internet di Jepang
KKDI Corporation
NTT Communications
Chugoku Shikoku Internet
Softbank BB Corp
Bandingkan dengan kecepatan internet di Indonesia.
Sampling Kecepatan Internet di Indonesia
Internet Smart Paket Biasa
Link 
to this image to share your results
Telkom Speedy
Indosat 3G
Dari dua tabel di atas, kita tentu cukup ‘iri’ melihat kecepatan akses internet di Jepang. Dan mungkin…..orang Jepang juga cukup ‘iri’ dengan kesabaran orang Indonesia dalam mengakses internet. Lalu, apakah dengan kecepatan akses yang begitu di Jepang berimplikasi pada tingginya biaya internetan-nya?
Sudah Lemot, Mahal Pula
Para netter Indonesia saat ini dan mungkin beberapa tahun lagi masih cukup malang. Selain kecepatan yang cukup lemot, ternyata biaya layanan internet di Indonesia cukup mahal. Dengan kecepatan rata-rata 256 kbps, para pengguna internet Indonesia harus membayar sekitar Rp 150.000 per bulan (asumsi kuota internet unlimited). Ini  berarti biaya akses internet Indonesia Rp 585.000/Mbps/bulan. Bagaimana dengan Jepang?
Dengan menikmati kecepatan rata-rata 15 Mbps, netter Jepang hanya merogoh sekitar 5000-6000 yen per bulan atau sekitar Rp 450.000 hingga Rp 550.000 per bulan. Angka ini sama dengan Rp 33.000/Mbps/bulan. Dari angka absolut saja, biaya internet Indonesia 17 kali lebih mahal dibanding Jepang. Ini belum dihitung daya beli masyarakat Jepang yang sangat tinggi.
Dengan memperhitung daya beli masyarakat Jepang dan income per capitanya terhadap Indonesia, maka perbandingan biaya internet terhadap layanan Indonesia memang sangat buruk. Dengan income per kapita 16 kali lebih besar daripada penduduk Indonesia, orang Jepang menikmati akses internet sekitar 1/250 lebih murah dengan Indonesia. Angka ini berasal dari hitungan kasar saya : Biaya per Mbps/bulan X perbandingan income perkapita (17×16=272, dan saya bulatkan 250 kali). Jadi, biaya internet Indonesia sekitar 250 kali lebih mahal dibanding Jepang.

Seperti juga di Indonesia, internet cafe di Jepang juga cukup banyak walaupun boleh dibilang hampir setiap rumah sudah mempunyai koneksi internet. Dan kebanyakan juga buka selama 24 jam.Ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara WarNet disana dibandingkan dengan disini (Indonesia) yaitu: 1. harga (mahal banget), karena tempat dan servis yang memuaskan 2.kecepatan (cepet banget) 16-17 mpbs,   3. kebutuhan (ga cuma untuk internet) kalau trend ini mulai diikuti warnet di Indonesia


internet cafe japan 01

internet cafe japan 02

nah jika melihat gambar diatas "berapa yah sewanya???". yang pasti mahal !!!

Bicara mengenai harga, seperti biasa apa sih yang murah disana? Lama penyewaan mulai dari 15 menit sampai setengah hari dengan biaya rata-rata sekitar 500 Yen (sekitar 50.000 rupiah) untuk 15 menit dan 1500 Yen (150 ribu rupiah) untuk 7-9 jam.

internet cafe japan 03 
mungkin ini tempat untuk menggambarkan warnet-warnet di Jepang sono.

Nah, kalau bicara kecepatan sih tidak usah ditanya, rata-rata kecepatan internet disana saat ini minimal 10-17 Mbps jadi pasti jauh lebih cepat dibandingkan disini (Indonesia). Di Indonesia Warnet paling banter kecepatannya  aksesnya 1-1,5 Mpbs (Kecepatan Unlimited) itu juga kelas-kelas Warnet High seperti di Jakarta, Surabaya, Jogja, Bandung dan Kota Besar lainnya.
Internet cafe di Jepang juga kebanyakan tidak hanya sekedar tempat untuk ber-internet ria tetapi juga biasanya kita bisa membaca buku, komik (manga) secara gratis dengan koleksinya yang lumayan banyak.


internet cafe japan 04

Dan bicara mengenai tempat itu sendiri, mereka biasanya membaginya dalam 2 bagian yaitu ruangan terbuka dan ruangan tertutup untuk privasi dengan bentuk bilik-bilik kotak (cubicles).
Dan tergantung permintaan, kita bisa memilih untuk satu bilik bisa diisi 1 orang, 2 orang atau lebih dari 2 orang. Dan kadang, mereka juga menyiapkan 2 komputer dalam satu bilik.
Sebagian besar bilik tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam alat, mulai dari komputer itu sendiri, webcam, mic dan juga TV untuk menonton.


internet cafe japan 05internet cafe japan 06
internet cafe japan 07internet cafe japan 07
internet cafe japan 08

dan bagaimanakah cafe-nya ?

Walaupun sedikit mahal untuk ber-internetan disini, ada satu hal yang lumayan membuat kita sedikit senang yaitu kita bisa minum sepuasnya sampai kembung karena biasanya mereka mempunyai satu tempat untuk menyediakan berbagai macam minuman dan untuk makanan kecil, harus bayar sih.

internet cafe japan 09
internet cafe japan 10

Terakhir, bicara soal kebutuhan, belakangan ini ternyata internet cafe disana tidak sekedar untuk internet tetapi juga sebagai tempat tidur bagi orang-orang tertentu seperti pekerja paruh waktu atau sama seperti Love Hotels digunakan juga untuk tempat untuk bermalam bagi orang yang sudah ketinggalan kereta.

Alasannya sama saja dengan Love Hotels, yaitu internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka menginap di hotel, ditambah selain bisa tidur, mereka juga bisa internetan, baca komik (manga), mandi air hangat (ada kamar mandi tetapi harus bayar biasanya) bahkan minum sampai kembung.


Satu hal yang sebenarnya sekarang menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah disana seiring dengan meningkatnya pengganguran dan juga orang yang mendadak tidak punya tempat tinggal (homeless) adalah keberadaan internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal.


Namun saat ini ada berita yang mengembirakan bagi pengguna internet dan Warnet di Indonesia yaitu : 
Pada saat ini telah ditandatangani kontrak kerjasama pembangunan jaringan kabel optik berkecepatan tinggi untuk tujuan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dengan kecepatan 17Tbps (17 Terabits per detik). Proyek ini dilakukan lewat bawah laut melalui kabel Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang akan menghubungkan Singapura dan Jepang dengan panjang 8300 km. Sistem SJC ini akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kapasitas jaringan fiber optik 6 pasangnya didesain untuk kapasitas 17 Terabits per second (Tbps) dan dapat ditingkatkan hingga 23 Tbps, kapasitas terbesar yang pernah dibuat hingga saat ini.
Pihak-pihak awal yang terlibat dalam proyek terobosan ini di antaranya adalah Globe Telecom (Filipina), Google (USA), KDDI (Jepang), Network i2i, Reliance Globalcom (lewat FLAG Pacific Limited, Bermuda), dan Telemedia Pacific Inc., Ltd. (Hong Kong/Indonesia). Pihak lainnya akan bergabung jika persetujuan awal proyek telah diperoleh.
Dengan kapasitas setara seperempat miliar kabel jaringan telepon biasa, koneksi SJC sebesar 17Tbps ini akan memiliki panjang lebih dari 5000 mil dan dapat ditingkatkan hingga 23Tbps jika dibutuhkan pada masa mendatang.
Sebagai gambaran, 1 Tera = 1000 Giga = 1.000.000 Mega. 1 Tbps = 1.000.000 Megabit / 8 = 125.000 Megabytes. Jadi, untuk mentransfer sebuah film berukuran 700 Megabytes, diperlukan waktu sekitar 0.0056 detik (sekedipan mata) lewat jalur ini.
sumber: berbagai blogs, kaskus.us.

Artikel Terkait :
Komentar Terbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar